Pasar Perbatasan Napan, Ajang Melepas Kangen Warga Dua Negara

Kefa,SuryaKupang – Ada hal menarik dari perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Negara Republik Demokratik Timor Leste. Tepatnya di desa Napan , Kecamatan Bikomi Utara, persis di tapal batas kedua Negara terletak sebuah pasar yang biasanya orang bilang pasar Perbatasan.

 

Pasar ini, dulunya hanya dibuka sebulan sekali yaitu setiap hari jumat minggu kedua dalam bulan. Namun saat ini Pasar tersebut sudah dibuka seminggu sekali yaitu setiap hari jumat.

Pada hari ini jumat, 9 agustus 2019 media ini mengambil kesempatan mengunjungi pasar dimaksud.

Dari hasil pantauan, para pedagang atau pengunjung pasar yang hendak menuju ke lokasi pasar harus melaporkan diri di pos perbatasan yang dijaga ekstra ketat oleh Petugas keamanan. Khusus untuk pengunjung dari wilayah NKRI harus menyerahkan KTP dan memberi cap tinta pada jari mereka.

Sejak pagi hari, pengunjung dari wilayah Indonesia sudah ramai di pasar dimaksud, sambil menunggu warga dari Timor Leste. Sekitar pukul 09.00 wita, warga Timor Leste berangsur-angsur menuju pasar. Mereka kelihatan bersemangat sekali sambil membawa barang-barang yang akan diperjualbelikan.

Setibanya di pasar mereka bukan hanya sekedar berdagang tapi langsung membaur dan mencari keluarga masing-masing sambil berpelukan melepas kerinduan. Ada juga yang langsung melakukan penukaran mata uang dari dolar ke rupiah atau sebaliknya yang nantinya akan digunakan untuk berbelanja.

Joao Manuel da Cunha, salah seorang warga Timor Leste yang ditemui di lokasi pasar menuturkan tujuan mereka datang ke pasar ini bukan sekedar untuk berdagang atau membeli barang dari Indonesia, tapi mereka juga menggunakan kesempatan yang baik ini untuk berjumpa dengan keluarga yang ada di Indonesia yang selalu dirindukan.

“Semoga ke depan pasar ini bisa dibuka setiap hari sehingga tali persaudaraan yang pernah terjalin dapat tetap terjaga,” pinta Joao.

Pasar yang sangat ramai ini, berlangsung hampir satu hari penuh. Dibuka dari jam 08.00 sampai pkl 17.00 wita. Tepat pukul 17.00 semua pengunjung baik dari wilayah Indonesia maupun dari Timor Leste akan kembali ke wilayah masing-masing. Namun sebelum kembali semua wajib melaporkan diri kembali di pos jaga masing-masing Negara. Hal ini untuk mengantisipasi agar tidak warga dari negara lain yang masuk ke negara tertentu tanpa ijin. (Yuven Abi)

Related posts

Leave a Comment