Warga Desa Bitefa, Kecamatan Miomafo Timur, Kabupaten TTU, Tewas Dalam Lahapan Si Jago Merah

Kefa,SuryaKupang – Nasib tragis dialami oleh Hironimus Taus, salah seorang warga masyarakat desa Bitefa, Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten TTU. Pasalnya pada Selasa, 10 September 2019, sekitar pukul 22.00 wita, rumah milik Hironimus habis terbakar oleh api.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini, pada saat kejadian Hironimus sedang sendirian di rumahnya.

Sementara istri korban Fermina Tael menginap di rumah tetangga. Belum diketahui secara pasti penyebab kejadian kebakaran tersebut, namun menurut penuturan Fermina, dirinya bersama sang suami masih sempat makan bersama pada jam 8 malam.

“Kami dua masih makan sama-sama sekitar jam 8 malam. Setelah makan dia suruh saya untuk pergi ke rumah sebelah untuk tidur di sana karena ada anak yang meninggal baru-baru ini dan sekarang mau menjelang hari ke-40. Maka saya tinggalkan dia sendiri dan pergi tidur di rumah sebelah. Kata Fermina sambil terisak,” tutur Femina.

Lebih lanjut dikatakan bahwa kejadian ini terjadi sekitar jam 10 malam, dimana semua warga sudah tertidur. Fermina mengatakan bahwa, memang ada api di tungku dapur yang biasanya tetap menyala setiap malam. Mungkin sumber api dari situ. Karena tempat tidur yang biasanya digunakan letaknya tidak terlalu jauh dari api. Dan di tempat tidur tersebut terpasang sebuah kelambu. Jadi mungkin api menyambar kelambu tersebut sehingga kemudian nyala api menyebar ke suluruh bagian rumah, kata Fermina lagi.

Kobaran api yang begitu besar menghanguskan Hironimus. Seluruh bagian tubuhnya habis dilahap oleh si jago merah. Kedua kaki dan kepala korban nyaris tak kelihatan. Sedangkan seluruh organ bagian dalam tubuh Hironimus seperti usus, hati dan jantung semuanya kelihatan terlepas dari tubuhnya. Anggota kepolisian dari sektor Miomaffo timur yang tiba di lokasi langsung memasukan korban ke kantong jenazah. Sementara dari pihak keluarga menolak melakukan autopsi dan menerima kenyataan ini sebagai kecelakaan murni.

Informasi yang berhasil dihimpun dari beberapa warga yang berada di sekitar lokasi kejadian menuturkan bahwa pada saat tiba di lokasi, api sudah merambat ke rumah besar. Sedangkan dapur sudah habis dimakan Api. Kobaran api menyala begitu hebat sehingga susah sekali untuk diterobos buat menyelamatkan barang-barang yang ada di dalam rumah. Akibatnya tidak ada satupun barang yang berhasil diselamatkan. Ada uang sebanyak dua setengah juta hasil menjual seekor babi, pakaian, padi, jagung, dan beberapa barang lain di dalam rumah yang tidak bisa diselamatkan. Barang yang berhasil diselamatkan hanya kursi plastik 10 buah. Selain itu semuanya amblas.

Sementara itu Kepala desa Bitefa Viktorianus Naihati yang ditemui mengatakan, sudah membuat laporan kepada pihak-pihak terkait untuk dapat memberikan bantuan.

“Kita sudah membuat laporan ke pihak- pihak terkait seperti BNPB, Dinas Sosial untuk dapat membantu keluarga korban. Saya berharap semoga permintaan kita segera diperhatikan,” kata Naihati.(Yuven Abi)

Related posts

Leave a Comment