4 PERNYATAAN SIKAP “HIPANARA KUPANG” TERKAIT DUGAAN KORUPSI DI KABUPATEN FLORES TIMUR

Kupang,SuryaKupang –Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Adonara Tengah ( HIPANARA) Kupang, Fransiskus Xaverius Wulan Tukan, mengatakan, mencermati aksi Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) Flores Timur, dan perkembangan pemberitaan media massa tentang proses perencanaan, penggunaan dana APBD Flores Timur untuk kegiatan pembangunan jaringan air bersih/minum (SPAM IKK Kecamatan Ile Boleng) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Flores Timur, Kegiatan Peremajaan, Pemangkasan dan Penjarangan Jambu Mete, dan Kegiatan Penilaian Pohon Induk Pala dan Cengkeh pada Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur dan melaporkannya kepada Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara  Timur (NTT) untuk mengusut dugaan korupsi di Kabupaten Flores Timur.

Kemudian, kajian hukum dan data-data pendukung yang memiliki kekuatan hukum sebagai bukti memperkuat laporan kepada penegak hukum ini adalah upaya AMPERA Flores Timur mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang taat pada aturan, bebas korupsi, dan atau penciptaan demokratisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Menanggapi hal ini, Himpunan Pelajar Mahasiswa Adonara Tengah (HIPANARA) Kupang mengambil sikap untuk mendukung AMPERA Flores Timur untuk memperjuangkan hak publik, diantaranya;

Pertama, mendukung penuh langkah AMPERA Flores Timur untuk memperjuangkan hak publik terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang bebas dari korupsi. Menurut pandangan kami, penyelenggaraan pemerintahan daerah yang bebas dari korupsi akan melahirkan good governance dan demokratisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan termasuk pemerintahan Flores Timur. Perencanaan kegiatan pemerintah diikuti dengan pembiayaan dari angaran publik harus dirancancang, dibahas, dan diputuskan melalui sistim, mekanisme dan mengikuti / taat terhadap aturan perencanaan kegiatan publik. Jika dilakukan dengan mengesampingan regulasi maka patut diduga “tersembunyi” kepentingan untuk melakukan tindakan korupsi terhadap angaran publik dimaksud.

Kedua, perjuangan AMPERA Flores Timur adalah penegasan sikap dan tanggungjawab serta kepedulian terhadap Lewotana Flores Timur. Bahwa upaya memperjuangkan kepentingan publik yang bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu (termasuk penyelenggaraan pemerintahan yang bebas dari korupsi melalui perencanaan yang taat aturan)  adalah hak semua masyarakat sebagai  warga negara Indonesia dalam  pembangunan negara dan atau wilayah daerah kabupaten. Karena itu apa yang dilakukan AMPERA Flores Timur adalah manifestasi dukungan publik untuk pembangunan di Flores Timur dan bukan tindakan menghalang-halangi pembangunan di Flores Timur.

Ketiga, terhadap pernyataan Agus Boli dalam jabatan sebagi Wakil Bupati  Flores Timur, tentang azas hukum tertinggi, yakni Salus Populi Supreme Lez. Bahwa pernyataan ini adalah sebagai bentuk pembelaan diri penyelenggara Negara dan melindungi diri. Logikanya adalah pernyataan ini  merupakan bentuk lain dari pengakuan melakukan kegiatan pembangunan jaringan air bersih/minum (SPAM IKK Kecamatan Ile Boleng) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Flores Timur, Kegiatan Peremajaan, Pemangkasan dan Penjarangan Jambu Mete, dan Kegiatan Penilaian Pohon Induk Pala dan Cengkeh pada Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur dengan tidak mengikuti aturan perencanaan kegiatan dan penggunaan anggaran publik daerah. Tidak bisa menyelengarakan pemerintahan daerah dengan berargumentasi asaz  Salus Populi Supreme Lez dan mengesampingkan aturan umum dan teknis dalam perencanaan pembangunan daerah. Setiap upaya pembangunan adalah upaya untuk mensejahterakan masyarakat. Upaya yang demikian dengan tidak sertamerta meniadakan aturan umum dan teknis lain yang dibuat untuk menjamin tertib penyelenggaraan pemerintahan termasuk perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah yang taat pada aturan.

Empat, mendukung langkah aparat hukum untuk melakukan penyelidikan dugaan korupsi kegiatan pembangunan jaringan air bersih/minum (SPAM IKK Kecamatan Ile Boleng) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Flores Timur, Kegiatan Peremajaan, Pemangkasan dan Penjarangan Jambu Mete, dan Kegiatan Penilaian Pohon Induk Pala dan Cengkeh pada Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur

“Terkait hal itu, kami mendorong aparat penegakan hukum institusi lain (Kepolisian, KPK) untuk bersama-sama menindaklanjuti dugaan korupsi yang dilakukan pihak-pihak terkait dalam kasus ini”, kata Ketua HIPANARA Kupang, Wulan Tukan, dalam siaran persnya. (Agus Kefi)

Related posts

Leave a Comment