IRIGASI DUSUN KEBA DESA LETMAFO, KECAMATAN INSANA TENGAH, KABUPATEN TTU MULAI DIRASAKAN MANFAATNYA.

Kefa,SuryaKupang – Program irigasi merupakan program yang sangat dirindukan oleh masyarakat yang tinggal di wilayah persawahan. Daerah-daerah persawahan biasanya membutuhkan volume air yang tidak sedikit. Acapkali petani mengalami gagal panen karena wilayah persawahan tidak mendapatkan asupan air yang cukup. Sehingga pemerintah dengan berbagai upaya berusaha membantu masyarakat dengan program-program yang langsung bersentuhan dengan kepentingan masyarakat.

Pada hari selasa, 17 september 2019 bertempat di lokasi persawahan dusun Keba desa letmafo, kecamatan Insana Tengah, Kabupaten TTU, para petani pemilik lahan persawahan bersama pendamping, Aparatur desa dan BPD desa Letmafo melaksanakan Musyawarah Desa III ( MD 3 III ), dalam rangka membahas proses serah terima program irigasi tersebut. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, mantan anggota DPRD Kab. TTU, Kristoforus Haki, S.Km, yang membantu masyarakat memperjuangkan program pengairan tersebut.

Kepala desa Letmafo Laurentius yang ditemui di sela-sela kegiatan mengatakan, selama dirinya menjabat sebagai kepala desa tidak pernah mendapatkan program bantuan dari dana APBD II Kabupaten TTU. Namun Ia bersyukur karena walaupun tidak mendapatkan bantuan dari APBD II Kab. TTU, Desanya mendapatkan bantuan program dari dana APBN. Salah satunya adalah Program Irigasi yang di salurkan melalui “Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi” (P3 – TGAI). Program ini adalah bantuan dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui Kementrian PUPR yang diperjuangkan melalui Komisi V DPR RI yang saat itu diketuai oleh Bapak Djemi Fary Francis.

“Kesempatan ini saya menyampaikan trima kasih sebanyak-banyaknya kepada Bpk Fary Francis, yang telah membantu masyarakat kami dengan program ini”. Tutur Laurentius.Ia juga berterima kasih kepada Bapak Kristoforus Haki, yang telah memediasi terjawabnya program ini.

Sementara itu pandamping program, Ade Biliu ketika ditanya terkait kendala yang dihadapi selama melakukan pendampingan terhadap kelompok Pengguna Irigasi mengatakan, tidak ada kendala yang berarti.

“Tidak ada hambatan yang berarti dalam pelaksanaan program ini karena mereka (masyarakat) sangat membutuhkan program ini. Terkait pendropingan material baik material lokal maupun bahan-bahan pabrikasi tidak ada hambatan karena kita menggunakan Suplayer lokal yang ada di sini dan komunikasi berjalan baik, sehingga pengerjaan saluran irigasi selesai tepat waktu, kata Ade.

Sementara itu Kristoforus Haki saat diwawancarai media ini mengatakan, program ini mulai dikerjakan saat dirinya menjabat sebagai Anggota DPRD kabupaten TTU. “Kebetulan saya waktu itu adalah salah satu anggota DPRD kabupaten TTU dari partai Gerindra, dan kita menggunakan pendekatan Partai untuk mendatangkan program ini”. Imbuh Kristo. Saya secara pribadi berterima kasih juga kepada Bapak Fary Francis, karena beliau selalu memperjuangkan apa yang masyarakat usulkan melalui saya. Salah satunya adalah Program P3-TGAI ini.

“Selain program ini, masih banyak lagi program lain sperti pembanguna Embung dan bantuan perumahan. Semua ini berkat perjuangan Bapak Fary Francis,” urai Haki.(Yuven Abi)

Related posts

Leave a Comment