KELANGKAAN BBM DI KABUPATEN BELU, PEMDA BELU ADAKAN RAPAT DENGAN BPH MIGAS

Belu,SuryaKupang – Dalam rangka mengambil sikap atas kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Belu, Wakil Bupati Belu, Drs.J.T Ose Luan, memimpin rapat bersama dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH MIGAS) di ruang rapat Bupati Belu, Rabu (08/10/2019)

Wakil Bupati Belu Drs J.T Ose Luan, mengatakan, rapat bersama dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak di Belu merupakan pengawasan sesuai dengan Peraturan Presiden No.191 tahun 2014 tentang penyediaan, Pendistribusian, Bahan Bakar Minyak.

“Kehadiran BPH Migas di kabupaten Belu di karenakan pada akhir – akhir ini di kabupaten Belu mengalami kelangkaan BBM khususnya Solar, sehingga melakukan pemantauan dan sekaligus mensosialisasikan Peraturan Presiden No 191 tahun 2014 Kepada pimpinan OPD dan Instansi terkait termasuk Pertamina dan pemilik SPBU,” ujar Wabup Luan.

Wakil Bupati Belu menambahkan dalam rapat tersebut BPH Migas menjelaskan tentang bagaimana hasil pemantauan mereka di kabupaten Belu di mana secara kasat mata menemukan dan melihat secara langsung terjadi penjualan BBM di sepanjang jalan mulai dari Atambua sampai ke Timor Tengah Utara dan menurut mereka itu tidak sejalan dan searah dengan aturan Perpres.

“karena itu dalam pembicaraan tersebut kita berupaya untuk bagaimana menggali permasalahan apa yang terjadi sehingga membuat kelangkaan tersebut,” jelasnya.

Dikatakan, sesuai dengan keterangan dari Kapolres dan beberapa peserta rapat bahwa kelangkaan tersebut terjadi dikarenakan antrian yang panjang di setiap SPBU yang ada di kabupaten Belu dan juga pengisian kendaraan kendaraan proyek dan kendaraan di atas kendaraan yang beroda 6 di mana dalam Perpres Nomor 919 tahun 2014 tidak diperbolehkan kendaraan di atas roda 6 mengisi BBM yang bersubsidi.

Lanjut wakil bupati, BPH Migas menegaskan kepada pemerintah dan instansi terkait untuk melakukan penertiban terhadap masyarakat yang membawa jerigen untuk mengisi BBM di SPBU. Pertamina dan pemilik SPBU supaya bersama pemerintah dan aparat yang ada untuk bekerjasama menertibkan kendaraan – kendaraan beroda 6 keatas dan diindikasi kendaraan beroda enam untuk kegiatan proyek dan industri supaya tidak mengisi BBM bersubsidi.

Wabup Belu juga menambahkan dari hasil diskusi disepakati agar diwajibkan setiap SPBU untuk memasang CCTV sehingga bisa dilakukan pengontrolan internal oleh pihak SPBU dan oleh pemerintah dalam hal ini Pemerintah Daerah, Polres, Satpol PP dan unit terkait lainnya.

“Pemerintah Kabupaten akan berupaya untuk menyesuaikan dengan peraturan Perpres 191 tahun 2014 sehingga kita tidak lagi mengalami kelangkaan dan karena dasarnya kuato yang diberikan setiap kabupaten di seluruh Indonesia menurut BPH Migas sangat mencukupi hanya manajemen pengelolaan penyaluran dan pendistribusian yang harus diperbaiki di lapangan,” Kata wakil Bupati Belu.

Sedangkan Anggota komite badan pengatur Hilir minyak dan gas BPH Migas Republik Indonesia, Sumihar Panjaitan, mengatakan, dalam pengawasan BPH Migas banyak ditemui hal-hal yang kurang baik karena melihat di SPBU tertentu di kabupaten Belu yang melayani jerigen dan juga kendaraan di atas roda enam.

Sumihar juga meminta kepada pemerintah Kabupaten Belu dan aparat kepolisian maupun TNI untuk mengawasi agen-agen eceran yang berada di pinggir jalan jika tidak adanya pengawasan yang lebih ketat maka akan mengakibatkan alokasi kuato BBM yang diberikan akan terlampaui hal ini yang memicu langkanya BBM di kabupaten Belu.

Pantauan, rapat pembahasan diikuti oleh anggota komite badan pengatur Hilir minyak dan gas BPH Migas Republik Indonesia, Sumihar Panjaitan, Kasubdit pengaturan BBM BPH MIGAS, I Gede Aryawan, Retail Fuel Marketing Mor V Pertamina cabang Kupang Reggi Senjang Paramgrajita, Para Pimpinan OPD, Kapolres Belu, Danramil 1605-01 kota Atambua, Kepala Pertamina TBBM Depot Atapupu, Agen PT Kuda Laut, PT. Samara, PT. Helmi Pratama, Para Pemilik Sub Penyalur dan Para Pemilik SPBU yang ada di Kabupaten Belu. (Qmau)

Related posts

Leave a Comment