SMAK GIOVANNI KUPANG DATANGKAN 2 VOLUNTEER DARI MISSISSIPPI AMERIKA SERIKAT BERI MOTIVASI BICARA BAHASA INGGRIS

Kupang,SuryaKupang – Dalam rangka meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Giovanni Kupang, membuat gebrakan baru dengan mendatangkan 2 (dua) orang tenaga volunteer langsung dari (Mississippi) Amerika Serikat untuk memotivasi para siswa, guru dan pegawai agar berani berbicara bahasa Inggris.

Mr. Bryan W. Hatfield dan Mrs. Angela N. Reynolds adalah sepasang suami-istri dari (Mississippi) Amerika Serikat yang datang untuk berbagi,memberikan motivasi dan semangat dalam berbicara bahasa Inggris kepada para siswa/i, guru dan pegawai di SMAK Giovanni Kupang.

“Kedatangan kami Ke SMAK Giovanni Kupang atas inisiatif Pater Agus Seran,SVD di Amerika Serikat (Mississippi) yang telah menikahkan kami kurang lebih 2 minggu yang lalu. Kami mau memanfaatkan bulan madu ini untuk berbuat sesuatu yang baik dan berguna untuk orang lain khususnya berbagi lewat Pendidikan dan Pater Agus merekomendasikan kami berdua untuk datang ke SMA Katolik Giovanni Kupang,” ungkap Mr.Bryan kepada www.suryakupang.com, disela-sela kegiatan bersama Istrinya Mrs.Angela mengajar para siswa/i SMAK Giovanni Kupang di ruangan kelas.

Lanjut Mrs.Angela, kami membantu di SMAK Giovanni Kupang hanya seminggu saja. Saya dengan suami saya Bryan ada di Kota Kupang sejak Sabtu 6 Oktober lalu. Dari hari Senin kemarin sampai Sabtu kami mengajar disini, kemudian pada hari Senin tanggal 14 Oktober kami akan terbang kembali ke Amerika Serikat.

“Kami merasa senang bersama para siswa/i , guru dan pegawai di SMA Katolik Giovanni Kupang. Ada banyak hal menarik disini, banyak fasilitas yang mendukung pembelajaran disini. Kami dibantu dan semua orang disini sangat baik serta ramah tamah menerima kami. Semua pada senyum menerima kami sebagai saudara/i nya sendiri dan kami sudah jalan-jalan melihat keadaan di sekitar. Kami sangat senang dengan berbagai hal di Kota Kupang,” ungkap Mrs.Angela.

Saat ini kami sedang mengajarkan tentang kata-kata yang berbeda tapi bunyinya sama supaya mereka bisa mampu mengidentifikasi kata-kata yang berbeda tapi bunyinya sama. Kami ada disini untuk mengajar mereka ketrampilan mendengar dan berbicara khususnya kepada siswa-siswi SMA Katolik Giovanni Kupang.

Kami berharap, walaupun hanya dalam seminggu kami bisa membantu memotifasi para pelajar juga guru, supaya mereka berani berbicara dalam bahasa Inggris. Selain itu juga memberi semangat kepada siswa/i supaya mereka jangan takut mengungkapkan dan mengekspresikan diri.

“Kapan saja mereka menemukan kesulitan, kami siap membantu supaya mereka bisa lancar berbicara dalam bahasa Inggris sekaligus juga membiasakan mereka untuk mendengar dan dengan mendengar mereka mampu untuk berbicara,” kata Mr.Bryan.

Sedangkan Kepala Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Giovanni Kupang, Romo.Stef Mau,Pr mengatakan, Kehadiran 2 orang tenaga Volunteer dari negara Amerika Serikat (Mississippi) dari tanggal 6–14 Oktober di SMAK Giovanni Kupang bisa memberi motivasi untuk pembelajaran bahasa Inggris baik itu skill, speaking maupun writingnya.

Sehingga dengan demikian dapat membantu para Siswa/i di SMAK Katolik Giovanni Kupang untuk lebih tekun dalam belajar bahasa Inggris dan teristimewa skill/kemampuan berbahasa Inggris.

“Jadi kehadiran 2 tenaga volunteer ini untuk memberikan motivasi kepada para siswa, guru dan pegawai di lingkup SMAK Katolik Giovanni Kupang untuk belajar bahasa Ingris secara aktif,” Kata Romo Stef kepada media ini, Rabu(09/10/2019).

Menurut Romo Stef, selama ini terlihat bahwa para siswa/i, guru dan pegawai punya kemampuan berbahasa Inggris tetapi keaktifan dalam berbicara bahasa inggrisnya itu boleh dikatakan belum terbiasa sehingga dalam beberapa hari ini kedua tenaga volunteer dari (Mississippi) Amerika Serikat ini dapat membantu baik itu perjumpaan di ruang guru, kantor maupun kelas dengan memberikan motivasi dan semangat kepada para guru dan siswa untuk belajar.

Dikatakan, Kehadiran 2 tenaga volunteer ini merupakan pengalaman baru dan pertama kali bagi keduanya datang ke Indonesia khususnya Kota Kupang di SMAK Giovanni.

Untuk diketahui, Kedua tenaga volunteer ini difasilitasi oleh Pater Agus Seran,SVD yang berada di Missisipi Amerika Serikat. Pater Agus memberikan suatu motifasi untuk datang Ke Indonesia khususnya ke kota Kupang dan mereka mencoba mengambil waktu liburannya untuk membantu para guru dan siswa/i SMAK Giovanni di kota Kupang.

Mrs.Angela dan Mr.Bryan ini adalah sepasang suami-istri yang baru menikah sehingga mereka menggunakan waktu bulan madunya untuk berbuat sesuatu dalam dunia Pendidikan. Mrs. Angela adalah seorang dokter perawat sedangkan Mr. Bryan adalah seorang Pilot sekaligus bekerja secara khusus di bagian gangguan pesawat.

“Keduanya datang ke Indonesia dan ke kota Kupang dengan satu misi khusus yakni mereka mau menyumbangkan dan memberi sesuatu kepada anak-anak khususnya dalam dunia pendidikan,” Kata Romo Stef.

Lanjutnya, harapan dari kunjungan ini bisa menumbuhkan semangat dan motifasi untuk belajar bahasa Inggris khususnya soal skill kemampuan berbahasa. Selama ini para siswa dan guru memang banyak yang punya kemampuan berbahasa ingris hanya saja tidak dibiasakan sehingga dengan kunjungan volunteer dari USA (Mississippi) setidaknya memberi dampak motivasi tersendiri.

Selanjutnya Romo Stef, mengatakan bahwa pada tanggal 13-19 Oktober ini akan ada lagi 2 orang volunteer yang datang ke SMAK Giovanni lagi dengan misi yang sama. Jadi kedatangan 2 volunteer ini semata-mata untuk melihat secara lebih dekat kemampuan berbahasa inggris dari siswa/i, para guru dan pegawai di bidang speakingnya.

Kemudian Romo Stef menuturkan, beberapa waktu lalu juga ada kunjungan 6 orang siswa dan 2 orang guru dari Dili International School ke SMAK Giovanni Kupang. Mereka belajar hal yang sama. Mereka melihat bagaimana proses pembelajaran dan metode mengajar dari para guru, para siswa khususnya pendidikan di Indonesia.

“ Kehadiran Dili International School di SMAK Giovanni Kupang juga punya harapan sama yaitu baik para guru, siswa/i termotivasi untuk belajar bahasa inggris sedangkan dari Dili International School, mereka mau belajar bahasa Indonesia dan budaya yang ada di Indonesia Khususnya,” tutupnya. (Agus Kefi)

Related posts

Leave a Comment