Keterangan Saksi Penggugat Benarkan Hutang Almarhum Wellem Dethan Lunas

Kupang,SuryaKupang –Sidang perkara perdata antara MM ahli waris debitur Welem Dethan (alm) sebagai penggugat melawan management BPR Christa Jaya sebagai tergugat kembali digelar pada Kamis, (17/10/2019) di Pengadilan Negeri Klas 1A Kupang.

Adapun agenda sidang yang digelar adalah menghadirkan saksi penggugat untuk didengar keterangannya. Sidang yang di pimpin ketua majelis hakim Nuril Huda, SH.M.Hum didampingi hakim anggota Fransiskus Mamo, SH dan A. A Gde Oka itu berlangsung kurang lebih 2 jam.

Pihak penggugat didampingi kuasa hukum, Herry F.F Battileo, SH.MH dan E. Nita Juwita SH.MH sedangkan pihak tergugat hadir 2 orang legal penerima kuasa khusus yakni, Yunus Laiskodat dan Deny. Sementara kuasa hukum penggugat E. Nita Juwita, SH.MH dalam sidang itu mengatakan bahwa selain saksi fakta yang dihadirkan pihaknya, masih ada lagi saksi ahli yang akan di hadirkan dipersidangan nanti.

Kedua orang saksi penggugat masing-masing Soleman Dethan dan Odhy Bessie sebelumnya didampingi panitera Daniel Siki, SH untuk disumpah. Dalam pemberian keterangan saksi disampaikan secara terpisah antara saksi pertama dan saksi ke dua.

Soleman Dethan sebagai saksi pertama yang memberikan keterangan membenarkan bahwa dirinya mengetahui persoalan penggugat dari cerita penggugat sendiri. Soleman juga menjelaskan sangat kenal dengan Welem Dethan (alm) yang menurutnya bekerja sebagai kontraktor. Kapasitas saksi sebagai pekerja bagian logistik dari perusahan milik Welem Dethan (alm).

“Posisi saya sebagai bagian logistik yang mengatur material dilapangan. Suatu saat di saya mendengar percakapan antara almarhum dan istrinya (penggugat-red) yang menyinggung bahwa hutangnya telah lunas. Dirinya hanya mendengar dan tidak tahu berapa jumlah hutang yang telah lunas dan tidak tahu penggunaan hutang itu,” ungkap Soleman.

Demikian penjelasan yang diberikan Soleman Dethan ketika di cecar pertanyaan dari kuasa hukum penggugat maupun tergugat. Saksi Soleman Mengatakan bahwa dirinya kenal dan bekerja dengan Welem Dethan (alm) sejak tahun 2000 – 2018.

Sementara Saksi kedua Odhy Bessie pun senada dengan saksi pertama mengatakan bahwa dirinya pun pernah mendengar secara langsung di tahun 2017 saat bersama Welem Dethan (alm) di rumah saksi saat itu mengatakan bahwa hutangnya telah lunas.

“Waktu itu sekitar tahun 2017, kita bercerita dirumah saya sambil membuat penawaran kerja proyek. Beliau almarhum Welem Dethan bilang, saya sekarang sudah lega karena hutang pada bank Christa sudah lunas,” ungkap Odhy.

Odhy Bessie dalam memberikan keterangan ketika dicecar pertanyaan oleh kuasa hukum penggugat dan tergugat membenarkan bahwa dirinya kenal dengan Welem Dethan (alm) karena hubungan kerja. Odhy pada posisi bagian teknik terkait kelengkapan persyaratan kerja maupun pelaksanaan pekerjaan proyek pada CV milik Welem Dethan (alm).

Usai sidang media ini mengkonfirmasi pihak tergugat lewat legalnya Yunus Laiskodat terkait substansi keterangan yang diberikan oleh saksi fakta penggugat. Yunus pun datar saja mengatakan, memberikan kewenangan sepenuhnya pada penilaian majelis hakim sesuai fakta persidangan.

“Yah semuanya seperti pada fakta persidangan, kita sama sama telah mendengar apa yang disampaikan oleh saksi penggugat, tentunya kewenangan sepenuhnya ada pada penilaian majelis hakim,” jelas Yunus Laiskodat.(Agus Kefi)

Related posts

Leave a Comment