FAKULTAS HUKUM UNDANA KERJA SAMA DENGAN DPN PERADI ADAKAN KEGIATAN PENDIDIKAN KHUSUS PROFESI ADVOKAT

Kupang,SuryaKupang – Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana(Undana) Kupang bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN PERADI) mengadakan kegiatan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) kepada 65 orang calon Advokat muda.

Pembukaan kegiatan PKPA ini berlangsung di Hotel Swiss Bellin Kristal Kupang, dengan panitia pelaksana dari Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) Undana, Jumat (18/10/2019).

” PKPA terlaksana atas kerjasama antara DPN PERADI dengan Fakultas Hukum Undana. Pembukaanya diadakan di sini selanjutnya kegiatan ini akan diadakan di Fakultas Hukum Undana selama sebulan,” kata Ketua LKBH FH Undana, Husni K.Dinata,SH.MH

Menurutnya, Kegiatan ini mengacu atau merujuk kepada Undang-Undang No.18 Tahun 2003 tentang Advokat, bahwa proses untuk menjadi seorang Advokat/Lawyer, maka pertama-tama mereka harus mengikuti kegiatan PKPA ini.

Setelah itu, baru mereka akan diuji/dites yang disebut dengan ujian profesi advokat.

Dikatakan, tadi telah disampaikan oleh Ketua DPN PERADI ujiannya akan dilaksanakan pada tanggal 22 Februari 2020. Setelah dinyatakan lulus dalam ujian itu calon advokat yang bersangkutan akan melaksanakan magang.

“Jadi mereka magang dulu. Menurut peraturan yang berlaku itu paling tidak minimal 2 tahun. Setelah itu baru diusulkan untuk diangkat sumpahnya di pengadilan sehingga lengkaplah seseorang itu melekat sebagai seorang advokat.Jadi ini langkah awal,” jelas Dosen di Fakultas Hukum Undana ini.

“Magang ini boleh di kantor pengacara mana pun boleh di PERADI bisa juga di LKBH Undana. Tujuanya adalah kita menyiapkan mereka menjadi advokat-advokat yang profesional kedepan nantinya,” tambah Husni.

Dikatakan, untuk materi-materinya kami telah memadukan dan menyesuaikan materi dari DPN PERADI dengan kebutuhan kita khususnya di NTT.

Jadi tentunya materi-materi dari DPN PERADI disesuaikan dengan kebutuhan kita disini. “Apalagi di NTT paling banyak masalah-masalah yang berkaitan dengan tanah, tentunya kami dorong supaya disesuaikan materinya,” terang Husni.

Lanjutnya, masalah-masalah kita di NTT tahu sendiri paling banyak adalah masalah tanah. Tentunya kami juga harus menyiapkan mereka untuk terjun di dunia praktek khusus kita di NTT seperti itu dan hal ini menjadi satu patokan dasar untuk materi-materi yang berskala nasional misalnya materi hukum investasi, pasar modal dan sebagainya akan panitia siapkan narasumbernya.

Sedangkan untuk para pengajar, Panitia dari LKBH Undana Kupang memiliki kriteria tersendiri untuk para pengajarnya.

Untuk pengajar dari kalangan Advokat kita pilih lawyer yang sudah beracara 10 tahun jadi Pengacara. Kita mau menjaga kualitas atau outputnya. Sedangkan untuk dosen-dosen, kita memakai dosen yang rata-rata bergelar Doktor dan minimal sudah 15 tahun menjadi dosen.

Ini patokan yang panitia lakukan artinya panitia mau yang terbaik agar mereka menjadi calon advokat masa depan sesuai dengan tuntutan zaman, jelasnya.

Didunia Advokat ini, yang ada adalah persaingan dari aspek bisnisnya. Berbicara tentang jasa hukum jujur saja ini jasa bisnis. Selain itu juga calon Advokat juga harus memiliki sebuah nilai perjuangan dengan profesi mulianya dan harus tumbuh dengan nilai kepercayaan.

Maka kami juga sudah mencoba memberikan materi-materi itu, menguatkan mereka untuk bekal mereka kelak menjadi seorang Advokat yang profesional.

Kemudian pemateri juga ada yang dari para Hakim Pengadilan, LSM, LBH, Kejaksaan Tinggi, Notaris juga dari Kepolisian akan panitia hadirkan.

Seperti dari pihak Kepolisian para calon Advokat akan diberikan materi teknik menyusun dakwaan, teknik melakukan penyelidikan dan penyidikan. Hal ini kelihatan simpel tapi sangat bermanfaat di dalam dunia praktek
ini adalah hal teknis dan harus diajarkan.

Sedangkan materi-materi yang berkaitan dengan teori-teori itu ranahnya orang akademisi.Seperti materi strategi menyusun gugatan dari para Advokat. Ini bukan hal sepele. Apalagi mereka yang baru menjadi advokat. Mereka harus mendalami strategi ini.

“Cara membuat gugatan, cara membuat kuasa. Hal-hal dasar ini akan dibawakan materinya oleh para senior-senior Advokat,”tambahnya.

Kemudian dari Notaris juga panitia hadirkan untuk membawakan materi menyangkut pertanahan.

Dengan adanya kerjasama ini khususnya untuk calon-calon Advokat, Panitia sudah memberikan yang terbaik.

Diharapkan dalam pelatihan PKPA ini kedepan mereka lebih mempersiapkan diri karena didalam dunia Pengacara/Advokat itu ada persaingan bila dilihat dari segi bisnisnya.

“Tentunya harus tetap berlatih, harus tetap memperjuangkan hak-hak masyarakat atau perorangan sesuai dengan profesi mulianya,” ungkap Dinata.

Sedangkan Yusuf B.Z Missa, SH salah seorang peserta PKPA ini mengatakan berterimakasih kepada Panitia dari Fakultas Hukum Undana ysng telah bekerjasama dengan DPN PERADI mengadakan kegiatan pelatihan ini.

“Kegiatan PKPA ini berjalan dengan baik sehingga menghasilkan calon-calon advokat muda berkualitas,” kata Missa.

Dirinya juga mengharapkan dengan adanya PKPA ini tentunya menghasilkan seorang Advokat/Lawyer yang berkualitas dan berintegritas untuk menegakan supremasi hukum sehingga ada kepuasan di masyarakat.(Agus Kefi)

Related posts

Leave a Comment