Klarifikasi Keluarga Tergugat Atas Gugatan Ita Ukat Melalui Kuasa Hukum Robert Salu,SH di PN Kefamenanu

Kefa,SuryaKupang – Pada hari selasa, 28 Januari 2020, media online suryakupang.com menerbitkan sebuah berita berjudul ” HENDAK MENIKAH, KARYAWAN PADA BRI UNIT KARTINI KEFAMENANU BERSAMA CALON SUAMINYA DIGUGAT PERDATA DI PN KEFAMENANU”.

Berita ini kemudian memunculkan reaksi dari pihak tergugat hingga berujung pada dihapusnya berita tersebut dari pemberitaan baik tautan yang dibagikan melalui akun facebook pribadi wartawan maupun tautan yang dibagikan melalui grup Biinmafo News. Pihak tergugat dan keluarga pun kemudian meminta berita klarifikasi lantaran pemberitaan yang dimuat oleh media suryakupang.com dianggap mencoreng nama baik tergugat terutama tergugat atas nama, Ingrid Kefi, yang menurut keluarganya menjadi korban atas gugatan perdata penggugat.

Orangtua tergugat Ingrid Kefi, Th. Rony Kefi, saat ditemui wartawan mengatakan kekecewaannya atas dimuatnya berita tersebut.

“Pemberitaan ini menurut saya menyerang privasi dan bisa berimbas pada terganggunya pekerjaan anak saya Ingrid,” kata Rony.

“Anak saya Ingrid seharusnya tidak menjadi pusat pemberitaan. Tapi kenapa seolah-olah Ingrid menjadi fokus pemberitaan. Seharusnya ada konfirmasi dengan pihak kami sebagai keluarga,” sambung Kefi.

“Sebelum saya memutuskan untuk menerima, Imeldi Saunoah, sebagai calon menantu, saya sudah melakukan investigasi terkait pribadi Meldi. Karena Meldi mengungkapkan bahwa dirinya sudah tidak ada ikatan apa-apa dengan siapapun maka saya kemudian berkeputusan untuk menerimanya sebagai calon menantu. Terkait duduk persoalan antara Meldi dan penggugat ,Ita Ukat, biarlah pihak Meldi yang menjelaskan,” terang Rony sekali lagi.

Terkait pernyataan ini pihak media suryakupang.com melalui wartawan menyampaikan permohonan maaf dan menjelaskan bahwa prosedur pemberitaan sudah memenuhi kode etik pemberitaan karena sudah melakukan konfirmasi kepada pihak BRI Unit Kartini Kefamenanu yang sebelumnya sudah ada konfirmasi dari pihak penggugat.

Sementara itu, Imeldi Saunoah, yang adalah tergugat I saat dikonfirmasi mengatakan hubungan antara dirinya dengan penggugat Ita Ukat sudah berakhir sejak awal 2017.

Menurut Saunoah, hubungan perkawinan secara adat antara dirinya dengan penggugat tidak pernah ada. Ia menambahkan lagi bahwa ketika dirinya diberitahukan tentang kehamilan yang dialami oleh Ita ia sedang berada di Jakarta.

Meldi menyampaikan secara tegas bahwa kehamilan yang dialami oleh Ita bukan hasil hubungan antara dirinya dengan yang bersangkutan. Ia menambahkan bahwa berbagai upaya sudah dilakukan oleh pihak Ita untuk menjebak dirinya agar mengakui anak yang secara nyata bukan hasil hubungan antara penggugat dengan dirinya, termasuk melaporkan kasus tersebut mulai dari tempatnya bekerja sampai dengan kepolisian.

Menyadari dirinya tidak ada ikatan apa-apa dengan pihak penggugat maka Meldi pun kemudian memilih untuk menjalin hubungan dengan Ingrid Kefi yang dalam berkas gugatan adalah tergugat IV.

Namun dalam upaya untuk melangsungkan urusan persiapan perkawinan, kedua pihak tergugat ini masih terkendala karena ada Laporan Kepolisian mengenai status nikah adat antara dirinya dan Ita.

Atas kesepakatan di depan Kepolisian, kepada Meldi dan keluarganya diberi sanksi/denda berupa uang tunai Rp.25 juta, dua buah kain adat (Beti) senilai Rp. 2 juta dan 3 ekor sapi dengan dead line waktu 4 hari. Setelah dead line waktu yang ditentukan, pihak tergugat I ini kemudian baru mendapatkan uang sejumlah Rp.10 juta dan ketika hendak diberikan dengan perjanjian sisanya akan diberikan kemudian, pihak penggugat menolaknya. Tergugat I bersama keluarganya pun kemudian meminta tambahan waktu. Sampai beberapa waktu kemudian, menurut pengakuan tergugat I, pihaknya pun kemudian bertemu dengan penggugat untuk menyerahkan uang tunai sejumlah 25 juta tambah 2 juta untuk kain adat namun ini juga ditolak oleh pihak penggugat karena menurut pihak penggugat semuanya harus diserahkan satu kali pada waktu yang bersamaan.

Karena tidak ada kesepakatan menyangkut pemberian denda ini maka pihak tergugat kemudian masih berusaha mencari sapi yang diminta untuk digabungkan dengan uang yang telah disiapkan, namun sebelum semuanya diperoleh sudah ada gugatan perdata ini.

Imeldi Saunoah, dan keluarganya sampai saat ini masih berharap semoga masih ada jalan damai yang ditempuh agar persoalan ini segera diselesaikan.

Sementara itu penggugat melalui kuasa hukumnya, Robert Salu, SH mengatakan yang penting ada niat baik dari tergugat dan bersedia memenuhi segala ketentuan yang disyaratkan bisa ada jalan damai. Namun apabila ini tidak diindahkan maka gugatan perdata ini akan tetap dilanjutkan. (Yuven Abi)

57,945 total views, 374 views today

Related posts

Leave a Comment