Komisi III DPRD Provinsi NTT Beri Sinyal Hijau Dukung Pembangunan Galangan Kapal di NTT

Kupang,Suryakupang – Komisi III DPRD Provinsi NTT akhirnya memberikan sinyal hijau kepada PT. Industri Perkapalan Nusantara untuk pembangunan galangan kapal di desa Pitai, Kecamatan Sulamu, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Rencana pembangunan galangan kapal yang direncanakan mulai beroperasi bulan Agustus 2020 nanti diharapkan mampu menunjang pertumbuhan ekonomi, menyerap tenaga kerja serta menunjang pertumbuhan industri lainnya di Provinsi NTT.

Demikian hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT, Dr.Ince Sayuna, SH;M.Hum; M.Kn, setelah rapat presentasi dari PT.Industri Perkapalan Nusantara dengan Komisi III DPRD Provinsi NTT, Kamis (30/01/2020).

“Rapat tadi mengenai grand design rencana kerja pembangunan galangan kapal dari PT.Industri Perkapalan Nusantara di Provinsi NTT,” ujarnya.

Perusahaan galangan kapal ini, lanjut Ince, akan bekerja untuk membuat, menjual serta memperbaiki kapal yang rusak. Selama ini kita belum punya dan kalau rusak pasti dibawa ke Surabaya.

Kemudian juga kapal-kapal yang dibuat di NTT rata-rata terbuat dari fiber sedangkan PT.Industri Perkapalan Nusantara ini hadir dengan menawarkan pembuatan kapal dari berbagai jenis bahan seperti baja, besi, kayu dan fiber.

PT.Industri Perkapalan Nusantara ini merupakan Perusahaan industri yang bekerja secara mandiri tanpa meminta bantuan modal dari Pemerintah Provinsi NTT.

“Jadi, dia berusaha sendiri, mandiri tanpa bantuan Pemda NTT,” kata Sayuna.

Kita berharap usahanya itu akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi juga membawa multiplayer efect bagi NTT. Makanya kami Komisi III DPRD Provinsi sangat mendukung dan memberikan support terhadap kehadiran Perusahaan galangan kapal ini.

“kami juga akan meminta Pemerintah untuk mendukung dengan membuat program-program dari UPTD agar terintegrasi dengan PT.Industri Perkapalan Nusantara,” ujarnya

Selanjutnya, kami juga meminta agar Perusahaannya membuat semacam koperasi nelayan dengan tujuan agar memudahkan dan tidak membebani para nelayan.

Masih dari Ince, untuk tenaga Kerja diharapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT mempersiapkan kurikulum sekolah-sekolah kejuruan dengan baik didesain agar sesuai kebutuhan Perusahaan ini. Kemudian untuk Perguruan Tinggi dan BLK-BLK diharapkan juga untuk mempersiapkan jurusan-jurusan dan mendesain kurikulum sesuai dengan kebutuhan PT.Industri Perkapalan Nusantara.

“Jadi kurikulum dan jurusan-jurusan didesain dengan baik agar terintegrasi dengan Perusahaan ini,” sebutnya.

Sedangkan Direktur Utama PT. Industri Perkapalan Nusantara, Askan Naim, mengatakan, sebagai perusahan nasional dan juga memiliki pasar berskala nasional, pembangunan galangan kapal di NTT dengan tujuan untuk melayani kebutuhan kapal di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Kami punya kemampuan untuk membangun segala jenis kapal, baik itu kapal baja, alumunium, kayu maupun fiber tapi karena kapal dari fiber sudah ada maka kami lebih fokus pada kapal baja, besi dan alumunium,” kata Askan.

Untuk pembangunan, tahap pertama kita akan membangun galangan kapalnya karena galangan kapal merupakan infrastruktur dasar dan direncanakan akan beroperasi pada bulan agustus tahun 2020 ini.

Sedangkan untuk tenaga kerja, lanjutnya, untuk tahap awal galangan kapal tidak membutuhkan banyak tenaga kerja palingan hanya 500 sampai 1000 orang saja tapi nanti yang terbanyak itu pada industri perikanannya.

Untuk industri perikanan, kalau kita bisa memanfaatkan kredit usaha rakyat untuk nelayan. Kita akan bangun kapal nelayan 30 GT dengan krunya sekitar 8-10 orang. Kapal ini kita bangun lengkap dengan pendinginnya sehingga kualitas ikan yang ditangkap terjaga dan bisa di ekport.

“Kita berharap dengan adanya galangan kapal ini bisa menumbuhkan industri penunjang lainnya dan mudah-mudahan tidak ada halangan sehingga bulan Agustus kita mulai bekerja,” pinta Naim

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Provinsi NTT, Hugo Rehi Kalembu, mengatakan, sangat mendukung pembangunan galangan kapal oleh PT.Industri Perkapalan Nusantara yang sementara dibangun di Desa Pitai, Kecamatan Sulamu.

“Selain galangan kapal juga akan menumbuhkan industri penunjang lainnya seperti industri pengolahan ikan dan sebagainya,” kata Hugo.

Dengan dibangunnya galangan kapal tersebut, lanjutnya, maka akan muncul banyak kapal sehingga semakin banyak yang mengurus ijin dan PAD makin bertambah. (Agus Kefi)

6,564 total views, 1 views today

Related posts

Leave a Comment