Anggota DPRD TTU Agustinus Tulasi,SH Bersama Keluarga Korban Kekerasan Seksual Terhadap Anak Dibawah Umur Mendatangi Mapolres TTU

Kefa,SK – Pada senin, 10 Februari 2020, anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara, Agustinus Tulasi, SH bersama keluarga korban kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur dari desa Haumeni kecamatan Bikomi Utara mendatangi kantor Mapolres Timor Tengah utara.

Kedatangan Tulasi bersama korban dan keluarganya dalam rangka menanyakan keberlangsungan kasus yang telah dilaporkan sejak tanggal 16 januari 2020. Pasalnya korban yang adalah seorang siswi salah satu Sekolah Menengah Atas pada salah satu sekolah di kecamatan Miomaffo timur Kabupaten TTU diduga telah dihamili oleh Arnoldus Yansen Eko, salah seorang pemuda dari desa Napan Kecamatan Bikomi Utara kabupaten TTU.

Agustinus Tulasi saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan Whats App mengatakan alasannya membantu korban adalah awalnya keluarga korban menemui dirinya di kediamannya dan menyampaikan duduk perkara yang dialami korban bersama keluarga.

“Korban bersama keluarga menemui saya di rumah, dan menceriterakan persoalan yang sedang dialami. Sebagaimana lazimnya, sayapun menyimak dari kronologis yang diceriterakan korban dan para saksi serta keluarga terkait hubungan korban dan pelaku (pacar) yang bernama Arnoldus Yansen Eko, warga desa Napan kecamatan Bikomi Utara, kabupaten TTU,” kata Tulasi.

“Dari kronologis tersebut, sebagai orang hukum yang juga saat ini sebagai wakil rakyat, merasa terpanggil untuk berperan melakukan langkah-langkah hukum dengan mendatangi Mapolres TTU guna berkoordinasi dengan pa Kapolres dan Kasat reskrim sejauh mana tindakan penanganan kasus yang telah dilaporkan sejak tanggal 16 januari 2020, namun lamban penanganannya oleh Kepolisian,” sambung Alumnus Fakultas Hukum Unwira Kupang ini.

Anggota DPRD TTU dua periode yang juga berprofesi sebagai advokat ini menambahkan bahwa kedatangannya bersama korban dan keluarga ke Mapolres TTU sifatnya koordinasi sekaligus mendesak penegakan hukumnya melalui Kapolres selaku pejabat tinggi di wilayah hukum Polres TTU.

“Saya minta secara tegas agar pelaku segera ditangkap dan ditahan demi kepentingan penyidikan selanjutnya, mengingat kasus ini terindikasi sebagai delik pidana khusus, karena menyangkut kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur. Namun kita serahkan saja pada kewenangan polisi, untuk mengusut tuntas antara delik pidana khusus atau umum. Inikan masih harus diproses dan perlu didukung dengan bukti-bukti sebagaimana amanat dalam pasal 184 KUHAP guna menghindari azas “Unus testis Nullus testis,” kata politisi Partai Golkar ini.

Sementara itu Kapolres TTU, AKBP Nelson F.D. Quintas menanggapi secara positif terkait koordinasi mengenai kasus ini. Kapolres meminta korban dan keluarga bersabar dan memberi kesempatan kepada Polisi untuk menanganinya sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Tentunya Polisi tidak akan gegabah dalam mengambil tindakan selanjutnya, tanpa memperhatikan delik pidana apa yang sesuai untuk laporan dari pihak korban dan keluarganya. Intinya apakah kasus ini memenuhi delik pidana khusus atau umum kita tunggu saja hasil kerja polisi. Jadi sekali lagi saya minta keluarga untuk bersabar,” pinta Nelson. (YA).

70,163 total views, 1 views today

Related posts

Leave a Comment