Melalui Program BSR, Pemkot Kupang Beri Bantuan Dana Bedah Rumah Bagi Warga Kurang Mampu di 5 Kelurahan

Kupang,SK – Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Kupang pada tahun 2020 terus mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di kota Kupang salah satunya melalui program bantuan rumah swadaya (BRS).

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Kupang, Ir.Beni Sain, mengatakan, untuk tahun 2020 pemerintah kota Kupang mendapatkan bantuan rumah swadaya (BSR) dana rehab rumah dari pemerintah pusat melalui dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp.2 miliar 465 juta.

“Dana tersebut digunakan untuk membedah 145 rumah di 5 Kelurahan dengan alokasi dana sebesar Rp.17 juta untuk setiap rumah yang akan dibedah,” kata Beni, kepada media ini, Rabu (26/02/20).

Menurutnya, bantuan rumah swadaya (BSR) tahun 2020 ini lebih dikhususkan kepada masyarakat kurang mampu atau miskin di 5 Kelurahan yakni Kelurahan Sikumana, Naikoten Satu, Bakunase, Bakunase dua, dan Kelurahan Belo.

Menurutnya, program BSR ini sesuai dengan apa yang dikatakan Bapak Walikota Kupang, akan dimulai pada bulan Maret dengan target selesainya pada bulan November 2020 nanti.

“Untuk sementara masih dalam tahap pengambilan data dan rekrutmen.Kita akan mulai di bulan Maret” sebutnya.

Dikatakan, bagi warga yang ingin mendapatkan bantuan rehab rumah diharapkan untuk melaporkan diri di kelurahan dengan persyaratan harus memiliki sertifikat hak atas lahan yang ditempati atau bukti kepemilikan lahan seperti surat pelepasan hak dari pemilik lahan sebelumnya dan syarat utama untuk mendapatkan bantuan ini adalah warga yang berasal dari keluarga miskin.

Bantuan BSR sebesar Rp.17 juta yang akan diberikan kepada penerima bantuan ini tidak bentuk uang tunai tapi hanya dalam bantuan bahan bangunan saja yang akan dikerjakan secara swadaya.

Selain itu warga penerima bantuan ini akan mengerjakan secara swadaya rumah yang akan dibedah dan akan dikawal oleh fasilitator dari Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Kupang

“Jadi bantuan ini hanya stimulan saja dan warga sendirilah yang mengerjakannya dan tentunya dikawal fasilitator,” tutupnya (Agus Kefi)

6,784 total views, 1 views today

Related posts

Leave a Comment